Breathe Salty
*nb: sebelum membaca, saya mau pamer dulu. INI HASIL KARYA SENDIRI LOOOOHH!! hahahahahhaaa.. coba baca dulu deh yaa, ntar silahkan dikomen bagus atau enggaknya :)
 
Sayangi ibumu, Mika
 
Mika adalah seorang siswi SMA bergengsi di Jakarta. Ia memiliki wajah yang rupawan dan hidup yang lebih dari cukup. Ayahnya adalah seorang pilot sebuah maskapai ternama. Ibu Mika adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat penyabar. Akan tetapi, Ibu Mika memiliki bekas luka bakar permanen di bagian wajah yang membuatnya terlihat buruk rupa.

            Mika merasa malu dengan wajah ibunya yang buruk. Karena itulah, Mika sering sekali tidak menghormati ibunya, bahkan ia sering membentak ibunya. Walau begitu, ibu Mika tetap sabar dan memaklumi perlakuan Mika terhadapnya. Hal ini terus berlangsung hingga Mika menginjak kelas tiga SMA.

            Suatu hari, teman – teman Mika ingin berkunjung kerumahnya. Sebenarnya, Mika sudah beberapa menolak keinginan teman – temannya. Namun, kali ini ia tidak bisa mengelak lagi.

            “ Masa rumah semua anak udah dikunjungi, rumahmu aja yang belum? “ begitu kata teman – teman Mika. Sebenarnya ia senang – senang saja teman – temannya berkunjung ke rumahnya, hanya saja ia gengsi dengan keadaan ibunya. Wajah Mika sangatlah cantik, sedangkan wajah ibunya berbanding terbalik dengannya. Mika menjadi gelisah karena hal itu.

            Sepulangnya dari sekolah, Mika bergegas menghampiri ibunya dan mengatakan kalau teman – temannya akan dating berkunjung kerumah.

            “ Baguslah kalau begitu, nanti ibu masakkan makanan yang enak. Ibu juga ingin sesekali ngobrol dengan teman- temanmu ”, ujar ibu Mika sambil mengenakan celemek.

            “ Jangan! Maksudku, ibu tunggu saja dikamar. Biasalah Bu, urusan anak muda..” jawab Mika mengelak.

            “ Yasudah kalau begitu. Selesai masak nanti, ibu langsung kekamar. Kalau kamu butuh apa – apa jangan lupa panggil ibu “ ujar ibu Mika seraya memotong sayuran. Mika merasa sangat lega karena ibunya tidak curiga. Ia segera pergi ke kamarnya untuk berganti baju. Tanpa ia sadari, ibunya menangis di dapur. Ibunya tahu bahwa Mika malu dengan wajah ibunya sehingga ia ingin agar ibunya berdiam di kamar.

            “ Ya Tuhan, berikanlah dia kesadaran agar dapat mengerti diri saya seadanya.. “ ujar ibu Mika dalam hati sambil meneteskan air mata.

            Sore harinya, teman – teman Mika mulai berdatangan. Mika segera mempersilahkan mereka masuk. Ibu Mika yang sedang memasak di dapur menjadi tergesa – gesa karenanya. Akibatnya, ia tidak sengaja menyenggol gelas dan gelas itu pecah. Suara gelas pecah itu terdengar hingga ruang tamu. Teman – teman Mika yang tadinya bercanda tawa menjadi kaget dan penasaran.

            “ Suara apa itu? “ ujar salah seoarang teman Mika.

            “ Ah, mungkin suara kucingku yang menyenggol kaca. Tak usah khawatir. “ jawab Mika menenangkan suasana.

            “ Mungkin juga suara pencuri! Ayolah Mika, kita harus mengeceknya “ sahut teman Mika yang lain seraya berdiri dan mengikuti arah suara tadi. Teman – teman Mika yang lain akhirnya juga ikut mengecek suara tadi. Mika yang tahu bahwa suara itu berasal dari ibunya menjadi sangat gelisah. Kini ia tidak bisa menghindar lagi, ibunya pasti masih disana.

            Setibanya di dapur, teman – teman Mika kaget melihat seorang perempuan dewasa berwajah buruk sedang membersihkan pecahan gelas.

            “ Permisi, apakah anda ibu Mika? “ tanya seorang teman Mika. Ibu Mika yang sedang sibuk membersihkan pecahan gelas seraya menoleh pada teman Mika dan mengangguk. Seketika itu juga Mika marah pada ibunya karena membongkar rahasia yang dipendamnya rapat – rapat dari teman – temannya. Mika berlari ke kamarnya dan mengurung diri di kamar. Bagaimana jika dia nanti dijauhi teman – temannya? Bagaimana pandangan teman – temannya mengenai dirinya nanti? Pikiran  - pikiran seperti itu terus berkecamuk di benak Mika.

            Keesokan harinya, Mika tidak pergi ke sekolah. Ia pergi ke rumah tantenya di Bandung tanpa diketahui oleh orang rumahnya. Tekadnya sudah bulat, ia akan menginap disana hingga ujian akhir tiba.

            Sesampainya ia dirumah tantenya, Mika disambut hangat dan dipersilahkan masuk. Tantenya bahkan tidak curiga ketika Mika berkunjung disaat jam sekolah,bukannya saat liburan. Seharian itu Mika dimanja oleh tantenya, menonton TV sesukanya dan banyak hal lain yang ia lakukan sesuka hatinya. Ia merasa nyaman tinggal disana. Ia tidak ingin lagi pulang kerumah.

            “ Tante, Mika jadi betah disini. Mika tinggal disini aja ya tante..” ujar Mika pada tantenya.

            “ Ya janganlah, ntar ibumu gimana? Kan khawatir mikirin kamu..” jawab tante Mika.

            “ Ah biarin, ibu kan tega sama Mika. Mana pernah dia peduli sama Mika “ Mika menimpali.

            “ Kenapa kamu bilang begitu? Itu nggak baik! Ibumu itu sangat peduli sama kamu “ jawab Tante Mika berapi – api. Mika pun menceritakan insiden yang membuatnya marah. Mulai dari perihal temannya datang ke rumah hingga alasan perasaan gengsinya.

            Setelah mendengar cerita Mika, tante Mika beranjak dari tempat duduk. Tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah pigura ditangan. Mika menjadi terheran – heran, ntuk apakah pigura itu. Tantenya menyodorkan pigura itu dan menyuruh Mika melihat foto yang terpasang disana. Ketika Mika melihat foto di pigura tersebut, ia menjadi takjub. Itu adalah foto dua wanita muda yang sedang tertawa. Salah seorang dari mereka Mika ketahui sebagai tantenya pada saat muda dulu. Akan tetapi untuk wanita lain di foto itu membuat Mika tak habis pikir. Wanita itu begitu cantik dan manis. Hidungnya mancung, kulitnya putih, tawanya begitu lepas dan tanpa beban namun tetap anggun. Mika menjadi penasaran tentang wanita tersebut dan menanyakan siapa wanita dalam foto kepada tantenya.

            ‘ Masa foto ibu sendiri nggak tahu? “ jawab tante Mika seketika. Mika menjadi tersentak. Ia kaget, ia masih tidak percaya ibunya dahulu bisa sebegitu cantik. Berbeda sekali dengan yang sekarang.

            “ Dulu, sebulan setelah kamu lahir, ada pencuri yang masuk kerumahmu. Ayahmu menyadari adanya pencuri itu, tetapi pencuri itu berhasil lolos dan menyulut api yang pada akhirnya memicu kebaran hebat dirumahmu. “ ujar Tante Mika. Mika hanya terdiam, menunggu kelanjutan cerita tantenya. Tante Mika membuang nafas, dan kemudian melanjutkan ceritanya.

            “ Seketika itu juga, ayah dan ibumu bersusah payah menerobos api dan akhirnya keluar dengan selamat tanpa luka sedikitpun. Tetapi pada saat itu, ibumu menyadari bahwa kamu masih ada didalam rumah. Seketika itu juga, ibumu berlari kedalam rumah, menerjang api yang bertambah besar. Ia tidak peduli bahwa ia bisa mati kapan saja dengan keadaan seperti itu. Yang ia pikirkan hanyalah keselamatanmu, Mika “ ujar tante Mika lembut. Seketika itu juga Mika menahan nafas, ia tidak bisa membayangkan bahwa pengorbanan ibunya begitu besar untuk membuatnya hidup seperti sekarang. Tantenya kembali melanjutkan ceritanya.

            “ Ibumu berhasil menyelamatkanmu walaupun mukanya menjadi rusak karena terkena api beberapa kali. Walau begitu, ia terlihat begitu bahagia ketika melihatmu di buaiannya. Ia tidak menyesali wajah cantiknya menjadi rusak hanya untuk menyelamatkanmu. Ia tidak menyesali energinya terkuras habis untuk berlarian mencarimu didalam rumah hingga saat itu ia dibawa ke rumah sakit. Bahkan kurasa ia tahu bahwa kau malu dengan wajahnya yang buruk yang akhirnya membuatmu tidak menghormatinya, tapi dia tidak pernah menyesal pernah menyelamatkanmu waktu itu. “ lanjut tante Mika. Tiba – tiba Mika menyadari kesalahannya selama ini. Ia merasa benar – benar tidak berguna bagi ibunya. Mika menangis seketika itu juga. Kini, dada Mika penuh sesak dengan rasa bersalah terhadap ibunya. Ia sangat ingin pulang dan meminta maaf pada ibunya saai itu juga. Tante Mika hanya mengelus pundaknya dan berkata,    “ Karena itu jangan sia – siakan pengorbanan ibumu. Sayangilah ibumu, Mika, apapun keadaannya”. Mika hanya mengangguk sambil menyunggingkan senyum. Kini Mika bertekad dalam hati untuk meminta maaf pada ibunya saat ia pulang besok. Ia ingin membahagiakan ibunya apapun yang terjadi.







TAMAT
Label: , edit post
0 Responses

Posting Komentar