yak.. balik lagi aku ngepost sesuatu yang... seharusnya udah berlalu, tapi gakpapalah ya :):):)
langsung ke intinya aja yah, waktu itu, hari rabu (2 hari yg lalu) kelompokku nari (reta, amalia, aku, udil, bela, farras, riskha, andreas, wawan, topan, kiki) berlatih menari di sekolah, tepatnya di lorong depannya kelas x5. tujuannya kami berlatih menari adalah untuk persiapan tes menari pak djoko basuki yang dijadwalkan keesokan hari. Kami berlatih keras karena isu2nya pak djobas tidak mengadakan remidi untuk ujian2 mata pelajarannya.
Berikut ini adalah foto yang diambil pada saat latihan di lorong. Yah maklum ya kalo yg keliatan cuman dua anak, yang lainnya pada ngaso.
Ketika semua anak pada ngaso, si amalia malah menggila dengan sampurnya. dia mengikatkan sampur ke kepala dan bergaya seperti pejuang. berikut ini adalah fotonya yang hina.
kemudian dia mulai bergaya lagi menjadi seorang peramal. Berikut ini foto2 sang peramal
kemudian dia semakin menggila. dan inilah hasil fotonya
kemudian ada satu foto (foto di atas ini) yg dia banggakan. katanya mirip magician *dari mananya cobak* kemudian si amal berusaha menjadi the next poci @poconggg. berikut di bawah adalah beberapa foto absurd yang mengandung diriku, dirimu , dan dirinya (?) tebak aku yang manaaaa???? ;);)
Buat temen2 yang hobi banget buat galau, nah aku ngumpulin kata2 galau dari berbagai sumber. Bagi yg berminat silahkan baca sampai habis :):):)
Anyone can make you happy by doing something special but, only someone special that can make you happy without doing anything.
I have died everyday waiting for you. Darling, don't be afraid I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more... -zahrina faudia-
You can close your eyes to things you don't want to see, but you can't close your heart to things you don't want to feel.
There's a reason why a heart breaks. I believe it breaks because it needs to be put back together by the right person.
We're both fiction, you're too good to be true, and i don't exist to you
Goodbye.. easy word to say to just anyone but hardest word to say to that someone
if you're in love with two people, choose the second one. if you really loved the first, you wouldn't have fallen for the second.
when you start ti miss me, just remember, I didn't leave, you let me go.. and you lost something great, forever
I don't want to forget you but i have to
I don't even know why I like you but I just do
I know it's hard to find someone like you.. but I hope you know it's hard to find someone like me too
Shit-that blows: when you feel stupid for caring about someone way more than they care about you
Don't waste your time on things that only hurt you, and remember to forget those who forgot you.
halo kawan - kawaaaaan.. saya kembali lagiii!!!*hiattt
yakk.. hari ini aku mau cerita T.T karena kayaknya hari ini ngenes banget..
kita mulai dari kisah pertama..
1) hari ini tes nari pak djobas dan aku lupa bawak sampur. pada akhirnya aku harus meminjam kesana kemari *kemudian nyanyi lagunya ayu tingting* daaaaaaaaan..... akhirnya dapet juga sih, pinjeman dari temennya udil dari X1. thx so much for your sampur yaaa xDxD
2) pas sejarah disindir sama guru.. haaaaaaaaaaaaa
3) pas praktek nari, gerakanku banyak yg salah atau kelupaan mendadak gara2 grogi. malah banyak banget gerakan yg salah waktu aku di barisan paling depan, dan diliat pak djobas secara LIVE.. betapa ngenesnyaaaaaaaaaa
tapi untungnya sekelas gak ada yang remidi buat nari xDxD9 *cheers
4) habisnya nari, harusnya aku dan teman2 yg ikut padsu harus segera latian didepan lab. fisika. tapiiiiiiii, waktu aku sama fifi turun dari tangga, eh, ada mas tangga lagi main sepakbola. Takpikir, kenapa mas tangga main, kan masih padsu.
Akhirnya setelah sekian lama berkasak kusuk dgn fifi, si fifi itu memanggil nama mas tangga keras2 dari atas. dan lucunya, mas tangga cuman tolah toleh dengan tampang bloon, nyariin sapa yg manggil dia. Tapi akhirnya dia noleh keatas dan berbincang dgn fifi *dan aku envy berat*. Intinya, padsunya udah selesai latihan. Jadilah kita gak latian sama sekali buat hari guru. *tepuk tangan riuh*
5) setelah menemani fifi ke kelas dan berganti pakaian massal dengan anak2, aku dan fifi memutuskan untuk ke aula tugu buat liat lomba padsu.
awalnya sih gak terlalu serius liat lombanya, tapi... begitu padsunya sman 7 masuk dan bersuara, sontak aku dan fifi melongo dan berkata, 'kudu nangis.." bukan berarti nangis gimana ya, tapi suaranya itu lhoooooo bagus bangeeeeet. udah gitu dirigennya enerjik dan gak grogian. Kami sungguh terpukau dengan penampilan dari sma 7 dan lagu dari man 3 *kalo gak salah lagunya itu simfoni yg indah punyanya once*
banyak banget paduan suara berbakat disituuuu. kalo besok ada lomba dance sama model. Pokoknya besok harus nonton!!!
akhirnya aku dan fifi pulang dengan membawa semangat baru. Kami bertekad buat lebih serius lagi dalam ber-pasdsu-ria, biar bisa jadi kayak yg di lomba itu. *kibarkan bendera*
6) waktu aku oper angkot, aku naik angkot AG *aku yakin kalo tulisannya AG* dan ketemu temen cowokku pas smp. dia duduk di pojok barisan depanku. yah, sebenernya bukan temen sih, lebih tepatnya kayak gini, aku suka dia, tapi pas itu dia udah pacaran sama anak kelasnya sendiri. Jadinya, aku dianggap mengganggu hubungan mereka. yah kan aku gatau kalo dia udah punya pacar ..... *alasan* dan sejak saat itulah aku tidak pernah yg namanya sapa menyapa dengan anak itu.
kembali ke topik, anak itu cuman diem, memandangi belakang angkot dan gak berani liat ke arahku. tapi tiba2 aku kepikiran, perasaan anak ini gak pernah seangkot sama aku yah, tapi kok kebetulan bgt sekarang seangkot. apa jangan2 rumahnya pindah? *batin* tapi setelah sekian lama angkot melaju, angkotpun mulai nyeleneh dari jalur AG. yang harusnya lewat fly over malah lewat pasar besi. yak, ketauan kalo aku salah naik angkot. Sepertinya angkot yg kunaiki adalah angkot GA *penyesekan*
udahlah, kepalang basah, sekalian aja turun deket terminal, pikirku gitu. *sambil nungguin anaknya turun juga* dan kemudian pas anak itu turun, *pas lewat depanku* dia bener2 terkesan cepet2, seakan gakmau liat wajahku sesentipun. yaudahlah gakpapa, wajaaaaar, pikirku gitu. nah tapiiiii,,,, jeng jeng jeeeeeng aku jadi kembali berpikir. kalo gak salah anak itu kan sma *sensor*, tapi kok seragamnya kayak gitu ya? kok kayak seragam smpku? bukannya dia lulus juga bareng aku? kok aneh banget sih?
setelah sekian lama kupikir pikir.. yak,, aku keGRan teman teman!!!! itu tadi adiknya temenku yg takceritain itu. pantesan mukaknya miriiiiiiiiiiiiiiiiiiiip banget. bagai pinang dibelah dua, persis bangeeet. tapi ya gitu, suaranya agak beratan adiknya, dan tentu saja adiknya mengenakan seragam smp -_______-
Ameagari no michi wo asahi ga terasu
Me wo hosomeru kodomotachi
Sonna koto mo itoshii to omou
Anata ni deatte kara
Ima naraba ieru yo
Boku wa shiawase dato Anata ga anata ga
Tonari ni iru dake de
Wasurekaketeta koto kizuitanda
Tottemo taisetsu na koto
Futari issho ni waraeru dake de
Tashikana kiseki da ne
Ima koko ni chikau yo
Bokunari no kotoba de
Anata wo anata wo
Zutto mamotte yuku
[Koya/Kato] Hitori de wa kujike sou na
[Tego/Masu] Me no mae no kewashii kabe ga attemo
[Nishi/Yama] Futari nara norikoerareru
Sono te wo nobasou wo ima
Ano koro wa jouzu ni
Tsutaerarenakatta
Ima naraba ieru yo
Boku wa shiawase dato
Anata ga anata ga
tonari ni iru dake de (Mamotte yuku yo) Tonari ni iru dake de Sore dake de
Anata ga tonari ni iru dake de English Translation :
The sunlight shines on the street after the rain
The children squint their eyes
Because I met you,
That sight should also be something special to me
I can say "I'm happy" now,
Just having you, you by my side
I've forgotten something
That is a very important to me
Just us smiling together
Is a definite miracle
I can vow right here, words that are true to myself
I will always protect you
Alone, you feel like you'll be crushed
When an unbreakable wall is right in front of you
But we can overcome it
By stretching out your hand to mine
There was no way I could have told you back then
I can say "I'm happy" now,
Just having you, you by my side
(I will protect you)
Just by my side
That is all I need
Kanji/Romaji/Translation full credit to : mayonaka_otaku thanx
Anata ga tonari ni iru dake de Indonesian Translation :
Sinar mentari menerangi jalanan seusai hujan, menyilaukan mata anak-anak kecil Hal seperti itupun sangat berharga bagiku, sejak ku bertemu denganmu
Sekarang, aku dapat mengakui bahwa ku bahagia Hanya dengan kau, kau berada di sisiku
Aku menyadari hal yang telah terlupakan, hal yang sangat berarti bagiku Tertawa bersama berdua saja, sungguh hal yang luar biasa
Maka kuucapkan, aku pun bersumpah sekarang di tempat ini. Kau, kau akan selalu kulindungi
Seorang diri akan terasa merana Apabila dinding yang tak dapat terlewati ada di depan mata Akan dapat kita lalui bila berdua Sekarang mari rentangkan tangan kita
Ketika itu aku tak dapat menyatakannya dengan baik Sekarang, aku dapat mengakui bahwa ku bahagia
Hanya dengan kau, kau berada di sisiku
he's the best man in the world!!!!! but, if you think that he's normal, you're wrong. he's actually completely crazy (just like me xDxD)
just take a look on his picture at the bottom of this post, and you'll know how crazy he is :)
Profession: Singer
☆ Birthdate: 1990.06.22
☆ Birthplace: Saitama, Japan
☆ Blood Type: A
☆ Height: 176cm
☆ Weight: 54 kg
☆ Agency: Johnny's Entertainment
☆ Former groups: MINT, J.J. Express, Kitty GYM
☆ Admiried senior: KAT-TUN
☆ Charming Point: Hand (beautiful like girl's)
☆ Fav. Food: Cooked Rice, Udon, Ramen
☆ Valuable Thing: Letters from Fan Club
☆ First Love: Primary School Year 1
☆ Type of Girl: Cute, Kind, Smart and Responsible
☆ Talent: Basketball, Drawing, Guitar, Piano
☆ Dream: CD Debut
☆ Favorite Color: sky blue, and he hates the color green and yellow.
☆ His hobby is learning English. He likes to study new English words.
☆ The type of girl that he likes is a girl who has manners and has common sense.
☆ Doesn't like Mathematics and English, despite the fact that he keeps studying English. He hopes someday he would learn to love this subject.
☆ He likes studying different things.
yapp.. hari ini bisa dibilang mukaku paling flat dibanding hari2 biasanya, tapi hatiku paling seneng di hari ini. Gimana enggak? banyak jam kosong daaaaaaan... gak ada tugas!! asek aseeeeeek..
Tapi aslinya aku paling seneng soalnya aku sama anak2 bercanda terus seharian sampek perutku mules..
jadi ceritanya, anak2 itu mengetes tingkat keGRan seseorang. Bagaimana caranya? ya gampang, liatin target eyes to eyes secara massal, hitung berapa lama dia menyadari kalau kita ngeliatain dia (hitung berapa lama dia bertahan dari kesaltingannya)
ini adalah foto yang kuambil waktu anak2 sibuk ngeliati target. Sayangnya di foto ini, ada anak yg sadar kamera, jadinya mukanya di imut2in
nah, targetnya adalah munyuk. tapi, munyuk susah banget dibikin GR. dibawah ini foto munyuk (cowok di belakang sendiri, paling kanan)
*nb: sebelum membaca, saya mau pamer dulu. INI HASIL KARYA SENDIRI LOOOOHH!! hahahahahhaaa.. coba baca dulu deh yaa, ntar silahkan dikomen bagus atau enggaknya :)
Sayangi ibumu, Mika
Mika adalah seorang siswi SMA bergengsi di Jakarta. Ia memiliki wajah yang rupawan dan hidup yang lebih dari cukup. Ayahnya adalah seorang pilot sebuah maskapai ternama. Ibu Mika adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat penyabar. Akan tetapi, Ibu Mika memiliki bekas luka bakar permanen di bagian wajah yang membuatnya terlihat buruk rupa.
Mika merasa malu dengan wajah ibunya yang buruk. Karena itulah, Mika sering sekali tidak menghormati ibunya, bahkan ia sering membentak ibunya. Walau begitu, ibu Mika tetap sabar dan memaklumi perlakuan Mika terhadapnya. Hal ini terus berlangsung hingga Mika menginjak kelas tiga SMA.
Suatu hari, teman – teman Mika ingin berkunjung kerumahnya. Sebenarnya, Mika sudah beberapa menolak keinginan teman – temannya. Namun, kali ini ia tidak bisa mengelak lagi.
“ Masa rumah semua anak udah dikunjungi, rumahmu aja yang belum? “ begitu kata teman – teman Mika. Sebenarnya ia senang – senang saja teman – temannya berkunjung ke rumahnya, hanya saja ia gengsi dengan keadaan ibunya. Wajah Mika sangatlah cantik, sedangkan wajah ibunya berbanding terbalik dengannya. Mika menjadi gelisah karena hal itu.
Sepulangnya dari sekolah, Mika bergegas menghampiri ibunya dan mengatakan kalau teman – temannya akan dating berkunjung kerumah.
“ Baguslah kalau begitu, nanti ibu masakkan makanan yang enak. Ibu juga ingin sesekali ngobrol dengan teman- temanmu ”, ujar ibu Mika sambil mengenakan celemek.
“ Jangan! Maksudku, ibu tunggu saja dikamar. Biasalah Bu, urusan anak muda..” jawab Mika mengelak.
“ Yasudah kalau begitu. Selesai masak nanti, ibu langsung kekamar. Kalau kamu butuh apa – apa jangan lupa panggil ibu “ ujar ibu Mika seraya memotong sayuran. Mika merasa sangat lega karena ibunya tidak curiga. Ia segera pergi ke kamarnya untuk berganti baju. Tanpa ia sadari, ibunya menangis di dapur. Ibunya tahu bahwa Mika malu dengan wajah ibunya sehingga ia ingin agar ibunya berdiam di kamar.
“ Ya Tuhan, berikanlah dia kesadaran agar dapat mengerti diri saya seadanya.. “ ujar ibu Mika dalam hati sambil meneteskan air mata.
Sore harinya, teman – teman Mika mulai berdatangan. Mika segera mempersilahkan mereka masuk. Ibu Mika yang sedang memasak di dapur menjadi tergesa – gesa karenanya. Akibatnya, ia tidak sengaja menyenggol gelas dan gelas itu pecah. Suara gelas pecah itu terdengar hingga ruang tamu. Teman – teman Mika yang tadinya bercanda tawa menjadi kaget dan penasaran.
“ Suara apa itu? “ ujar salah seoarang teman Mika.
“ Ah, mungkin suara kucingku yang menyenggol kaca. Tak usah khawatir. “ jawab Mika menenangkan suasana.
“ Mungkin juga suara pencuri! Ayolah Mika, kita harus mengeceknya “ sahut teman Mika yang lain seraya berdiri dan mengikuti arah suara tadi. Teman – teman Mika yang lain akhirnya juga ikut mengecek suara tadi. Mika yang tahu bahwa suara itu berasal dari ibunya menjadi sangat gelisah. Kini ia tidak bisa menghindar lagi, ibunya pasti masih disana.
Setibanya di dapur, teman – teman Mika kaget melihat seorang perempuan dewasa berwajah buruk sedang membersihkan pecahan gelas.
“ Permisi, apakah anda ibu Mika? “ tanya seorang teman Mika. Ibu Mika yang sedang sibuk membersihkan pecahan gelas seraya menoleh pada teman Mika dan mengangguk. Seketika itu juga Mika marah pada ibunya karena membongkar rahasia yang dipendamnya rapat – rapat dari teman – temannya. Mika berlari ke kamarnya dan mengurung diri di kamar. Bagaimana jika dia nanti dijauhi teman – temannya? Bagaimana pandangan teman – temannya mengenai dirinya nanti? Pikiran- pikiran seperti itu terus berkecamuk di benak Mika.
Keesokan harinya, Mika tidak pergi ke sekolah. Ia pergi ke rumah tantenya di Bandung tanpa diketahui oleh orang rumahnya. Tekadnya sudah bulat, ia akan menginap disana hingga ujian akhir tiba.
Sesampainya ia dirumah tantenya, Mika disambut hangat dan dipersilahkan masuk. Tantenya bahkan tidak curiga ketika Mika berkunjung disaat jam sekolah,bukannya saat liburan. Seharian itu Mika dimanja oleh tantenya, menonton TV sesukanya dan banyak hal lain yang ia lakukan sesuka hatinya. Ia merasa nyaman tinggal disana. Ia tidak ingin lagi pulang kerumah.
“ Tante, Mika jadi betah disini. Mika tinggal disini aja ya tante..” ujar Mika pada tantenya.
“ Ya janganlah, ntar ibumu gimana? Kan khawatir mikirin kamu..” jawab tante Mika.
“ Ah biarin, ibu kan tega sama Mika. Mana pernah dia peduli sama Mika “ Mika menimpali.
“ Kenapa kamu bilang begitu? Itu nggak baik! Ibumu itu sangat peduli sama kamu “ jawab Tante Mika berapi – api. Mika pun menceritakan insiden yang membuatnya marah. Mulai dari perihal temannya datang ke rumah hingga alasan perasaan gengsinya.
Setelah mendengar cerita Mika, tante Mika beranjak dari tempat duduk. Tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah pigura ditangan. Mika menjadi terheran – heran, ntuk apakah pigura itu. Tantenya menyodorkan pigura itu dan menyuruh Mika melihat foto yang terpasang disana. Ketika Mika melihat foto di pigura tersebut, ia menjadi takjub. Itu adalah foto dua wanita muda yang sedang tertawa. Salah seorang dari mereka Mika ketahui sebagai tantenya pada saat muda dulu. Akan tetapi untuk wanita lain di foto itu membuat Mika tak habis pikir. Wanita itu begitu cantik dan manis. Hidungnya mancung, kulitnya putih, tawanya begitu lepas dan tanpa beban namun tetap anggun. Mika menjadi penasaran tentang wanita tersebut dan menanyakan siapa wanita dalam foto kepada tantenya.
‘ Masa foto ibu sendiri nggak tahu? “ jawab tante Mika seketika. Mika menjadi tersentak. Ia kaget, ia masih tidak percaya ibunya dahulu bisa sebegitu cantik. Berbeda sekali dengan yang sekarang.
“ Dulu, sebulan setelah kamu lahir, ada pencuri yang masuk kerumahmu. Ayahmu menyadari adanya pencuri itu, tetapi pencuri itu berhasil lolos dan menyulut api yang pada akhirnya memicu kebaran hebat dirumahmu. “ ujar Tante Mika. Mika hanya terdiam, menunggu kelanjutan cerita tantenya. Tante Mika membuang nafas, dan kemudian melanjutkan ceritanya.
“ Seketika itu juga, ayah dan ibumu bersusah payah menerobos api dan akhirnya keluar dengan selamat tanpa luka sedikitpun. Tetapi pada saat itu, ibumu menyadari bahwa kamu masih ada didalam rumah. Seketika itu juga, ibumu berlari kedalam rumah, menerjang api yang bertambah besar. Ia tidak peduli bahwa ia bisa mati kapan saja dengan keadaan seperti itu. Yang ia pikirkan hanyalah keselamatanmu, Mika “ ujar tante Mika lembut. Seketika itu juga Mika menahan nafas, ia tidak bisa membayangkan bahwa pengorbanan ibunya begitu besar untuk membuatnya hidup seperti sekarang. Tantenya kembali melanjutkan ceritanya.
“ Ibumu berhasil menyelamatkanmu walaupun mukanya menjadi rusak karena terkena api beberapa kali. Walau begitu, ia terlihat begitu bahagia ketika melihatmu di buaiannya. Ia tidak menyesali wajah cantiknya menjadi rusak hanya untuk menyelamatkanmu. Ia tidak menyesali energinya terkuras habis untuk berlarian mencarimu didalam rumah hingga saat itu ia dibawa ke rumah sakit. Bahkan kurasa ia tahu bahwa kau malu dengan wajahnya yang buruk yang akhirnya membuatmu tidak menghormatinya, tapi dia tidak pernah menyesal pernah menyelamatkanmu waktu itu. “ lanjut tante Mika. Tiba – tiba Mika menyadari kesalahannya selama ini. Ia merasa benar – benar tidak berguna bagi ibunya. Mika menangis seketika itu juga. Kini, dada Mika penuh sesak dengan rasa bersalah terhadap ibunya. Ia sangat ingin pulang dan meminta maaf pada ibunya saai itu juga. Tante Mika hanya mengelus pundaknya dan berkata,“ Karena itu jangan sia – siakan pengorbanan ibumu. Sayangilah ibumu, Mika, apapun keadaannya”. Mika hanya mengangguk sambil menyunggingkan senyum. Kini Mika bertekad dalam hati untuk meminta maaf pada ibunya saat ia pulang besok. Ia ingin membahagiakan ibunya apapun yang terjadi.